IAPI Perkuat Kapasitas Anggota melalui Program Aplikasi SMM dan ATLAS

Humas IAPI, 25 September 2026

Jakarta, 25 September 2026 – Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) terus memperkuat peningkatan kapasitas anggota dan kualitas praktik Akuntan Publik (AP) serta Kantor Akuntan Publik (KAP) melalui Program Aplikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) dan ATLAS.

Program yang diinisiasi oleh Ketua Dewan Pengembangan Wilayah (DPW) IAPI, Sempurna Bahri, ini menjadi salah satu program utama Dewan Pengurus Nasional (DPN) IAPI dalam mendukung peningkatan kapasitas anggota, khususnya dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu dan penggunaan ATLAS dalam praktik.

Program dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai Dewan dan Komite di IAPI, DPW, Koordinator Daerah (KORDA), pengembang aplikasi, serta pemangku kepentingan terkait.

Kolaborasi Lintas Unsur IAPI

Program Aplikasi SMM dan ATLAS dikembangkan dengan semangat kolaborasi lintas unsur organisasi agar peningkatan kapasitas tidak hanya berlangsung di tingkat pusat, tetapi dapat diteruskan kepada anggota di berbagai wilayah Indonesia.

Kolaborasi tersebut antara lain melibatkan Komite Pengembangan Profesi dan Pelatihan (KPPP) yang diketuai Said Amru, Komite Asistensi Implementasi Standar Profesi (KAISP) yang diketuai Juan Ramon, Dewan Reviu Mutu (DRM) yang diketuai Adi Rasidi, serta DPW yang diketuai Sempurna Bahri.

Program juga melibatkan Dewan Standar Profesional Akuntan Publik 1 (DSPAP 1), KORDA, serta unsur terkait lainnya di IAPI. Rakhmawan Tri Nugroho beserta tim pengembang Aplikasi SMM dan ATLAS turut terlibat dalam pengembangan dan praktik penggunaan aplikasi, sementara Direktorat Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (D.PPPK) Kementerian Keuangan dilibatkan sebagai observer dalam rangkaian kegiatan.

Kolaborasi berbagai unsur tersebut menghubungkan aspek standar, implementasi, pengembangan kompetensi, reviu mutu, teknologi, serta kebutuhan anggota di wilayah.

Dari Pemahaman Menuju Praktik

Sebagai bagian dari pelaksanaan Program Aplikasi SMM dan ATLAS, IAPI menyelenggarakan rangkaian Training of Trainers (ToT) secara bertahap.

Tahap pertama telah dilaksanakan secara daring untuk membangun kesamaan pemahaman mengenai materi dan Sistem Manajemen Mutu. Rangkaian tersebut akan dilanjutkan melalui ToT Lanjutan Tahap 2 – Praktik Aplikasi SMM dan ATLAS secara tatap muka pada 28–29 September 2026.

Tahap kedua tidak sekadar mengulang materi sebelumnya, tetapi diarahkan untuk memperdalam pemahaman melalui praktik, diskusi, dan berbagi pengalaman atas berbagai kondisi yang ditemui dalam penerapannya di KAP.

Peserta juga dipersiapkan tidak hanya untuk memahami materi bagi kepentingan praktik masing-masing, tetapi untuk menjadi trainer dan fasilitator yang mampu meneruskan pemahaman kepada anggota di wilayah.

Ketua Umum IAPI, Tarkosunaryo, menekankan bahwa peningkatan kapasitas tersebut pada akhirnya harus tercermin dalam implementasi dan budaya mutu di KAP.

“Sistem Manajemen Mutu bukan hanya tentang pemenuhan terhadap standar, tetapi perlu menjadi bagian dari budaya kerja KAP. Melalui rangkaian ToT ini, peserta diharapkan tidak hanya mampu menerapkannya dalam praktik, tetapi juga mampu menyampaikan kembali pemahaman tersebut secara tepat kepada anggota di wilayah masing-masing,” ujar Tarkosunaryo.

Menurutnya, keberhasilan ToT tidak hanya diukur dari selesainya rangkaian kegiatan. Dampak yang lebih penting adalah sejauh mana pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada anggota.

Dari Trainer ke Anggota di Berbagai Wilayah

Kondisi praktik AP dan KAP di berbagai wilayah memiliki karakteristik yang beragam, baik dari sisi skala organisasi, sumber daya, jenis penugasan, maupun tantangan yang dihadapi.

Karena itu, DPW dan KORDA memiliki peran penting dalam menjembatani program peningkatan kapasitas pada tingkat nasional dengan kebutuhan nyata anggota di wilayah.

Ketua DPW IAPI, Sempurna Bahri, yang menginisiasi program tersebut, menekankan pentingnya membangun efek pengganda melalui para peserta ToT.

“Keberhasilan ToT tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Yang lebih penting adalah ketika peserta kembali ke wilayah masing-masing dan pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada anggota. Dengan demikian, peningkatan kapasitas dapat menjangkau lebih banyak anggota dan mendukung peningkatan kualitas pekerjaan Akuntan Publik dan KAP,” ujar Sempurna Bahri.

Setelah menyelesaikan rangkaian ToT, peserta diharapkan dapat meneruskan pengetahuan melalui pelatihan, sosialisasi, diskusi teknis, maupun forum berbagi pengalaman sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.

Dengan mekanisme tersebut, manfaat program diharapkan tidak berhenti pada peserta ToT, tetapi memberikan efek pengganda bagi anggota IAPI di berbagai daerah.

Mendorong Implementasi dan Budaya Mutu

Program Aplikasi SMM dan ATLAS juga menjadi bagian dari upaya IAPI untuk mendorong agar Sistem Manajemen Mutu diterapkan secara efektif dalam proses dan budaya kerja KAP.

Penerapan SMM perlu memperhatikan sifat dan keadaan masing-masing KAP, termasuk skala organisasi, sumber daya, jenis dan kompleksitas penugasan, serta karakteristik praktiknya.

Karena itu, trainer diharapkan mampu menjelaskan materi secara sederhana, sistematis, dan relevan dengan kondisi praktik sehingga anggota tidak hanya memahami konsep SMM, tetapi juga mampu menerapkannya sesuai dengan karakteristik masing-masing KAP.

Peran KORDA menjadi penting dalam proses tersebut sebagai bagian dari jejaring IAPI yang dapat mendukung pembelajaran dan peningkatan kualitas profesi di daerah.

IAPI Persiapkan Hosting Aplikasi SMM

Sejalan dengan peningkatan kapasitas anggota, IAPI juga tengah mempersiapkan hosting Aplikasi SMM di IAPI sebagai salah satu infrastruktur pendukung implementasi Sistem Manajemen Mutu.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya agar penguatan kapasitas tidak berhenti pada pelatihan. Anggota juga perlu memperoleh dukungan sarana yang membantu penerapan SMM dalam praktik.

Melalui kombinasi peningkatan kompetensi, penyiapan trainer, dukungan aplikasi, implementasi standar, reviu mutu, serta perluasan pembelajaran melalui DPW dan KORDA, program diharapkan dapat memberikan dukungan yang semakin menyeluruh kepada anggota.

Membangun Kapasitas, Memperkuat Kualitas

Program Aplikasi SMM dan ATLAS merupakan salah satu program utama DPN IAPI dalam peningkatan kapasitas anggota yang dilaksanakan melalui sinergi DPN, Dewan, Komite, DPW, KORDA, pengembang aplikasi, serta pemangku kepentingan.

Rangkaian ToT pada 28–29 September 2026 menjadi tahapan berikutnya dalam mempersiapkan trainer yang diharapkan dapat menjadi penggerak pembelajaran dan peningkatan kualitas profesi di wilayah masing-masing.

Melalui kolaborasi tersebut, IAPI mendorong agar peningkatan kapasitas dapat menjangkau anggota secara lebih luas, sekaligus membangun penerapan Sistem Manajemen Mutu yang semakin kuat dalam praktik AP dan KAP.

Kapasitas tumbuh. Kualitas menguat.

Artikel by Divisi Media Publikasi IAPI