Dari ToT ke Wilayah, IAPI Perluas Penguatan Kapasitas SMM dan ATLAS

Humas IAPI, 29 September 2026

Jakarta, 29 September 2026 – Rangkaian Training of Trainers (ToT) Praktik Aplikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) dan ATLAS yang diselenggarakan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) memasuki hari kedua, Selasa, 29 September 2026.

Setelah hari pertama berfokus pada praktik penerapan Sistem Manajemen Mutu melalui Aplikasi SIMMKAP, pada hari kedua peserta melanjutkan pembelajaran melalui praktik penggunaan Aplikasi ATLAS. Rangkaian tatap muka ini merupakan kelanjutan dari pembekalan secara daring untuk memperdalam pemahaman peserta melalui praktik, diskusi, dan berbagi pengalaman.

Peserta tidak hanya dipersiapkan untuk meningkatkan kemampuan dalam penerapan SMM dan penggunaan ATLAS, tetapi juga menjadi trainer yang dapat meneruskan pengetahuan dan pengalaman kepada anggota IAPI di wilayah masing-masing.

Salah satu peserta, Sari Rahmawati, perwakilan dari Daerah Jawa Barat, menilai praktik penggunaan aplikasi menjadi salah satu manfaat penting dari kegiatan ToT.

 “ToT hari ini memperkenalkan bagaimana cara menggunakan ATLAS dan praktik aplikasi SMM. ATLAS juga membantu memudahkan akuntan publik dalam pelaksanaan kertas kerja untuk audit tahun buku berjalan,” ujar Sari Rahmawati.

Pengalaman serupa disampaikan Surya Darma dari perwakilan daerah Bali dan Nusa Tenggara. Menurutnya, praktik Aplikasi SIMMKAP memberikan wawasan baru mengenai proses dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendukung manajemen mutu KAP.

 “Kita bisa mendapatkan insight baru mengenai cara input dan apa saja yang memang penting dilakukan di SIMMKAP nantinya untuk manajemen mutu,” ujar Surya Darma.

Ketua Umum IAPI, Tarkosunaryo, menekankan bahwa keberhasilan ToT tidak berhenti pada selesainya kegiatan, tetapi pada bagaimana pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan diteruskan kepada anggota secara lebih luas.

Sejalan dengan itu, IAPI mendorong Akuntan Publik dan KAP untuk mulai mempersiapkan penerapan SMM serta perangkat pendukung pelaksanaan penugasan. Aplikasi SIMMKAP dapat mendukung penerapan sistem manajemen mutu di KAP, sedangkan bagi KAP yang belum memiliki aplikasi atau perangkat audit yang dikembangkan secara mandiri, ATLAS dapat menjadi sarana pendukung pelaksanaan penugasan yang mulai dipelajari dan dipersiapkan sesuai kebutuhan praktik masing-masing KAP.

Ketua Dewan Pengembangan Wilayah IAPI, Sempurna Bahri, menyampaikan bahwa dampak kegiatan ini diharapkan terus berlanjut setelah peserta kembali ke wilayah masing-masing. Korda dapat menindaklanjuti hasil ToT melalui pelatihan, sosialisasi, diskusi teknis, maupun forum berbagi pengalaman sesuai kebutuhan anggota.

“Pengembangan wilayah bukan semata-mata tentang memperluas jangkauan organisasi, tetapi tentang memastikan bahwa kualitas profesi dapat tumbuh dan berkembang secara semakin merata di seluruh Indonesia,” ujar Sempurna Bahri.

Melalui pembentukan trainer di berbagai wilayah, IAPI berharap pembelajaran SMM, SIMMKAP, dan ATLAS dapat terus berlanjut dan menjangkau anggota secara lebih luas. Anggota diharapkan mulai mempersiapkan diri dari sisi pemahaman, sumber daya, dan perangkat pendukung agar penerapan sistem manajemen mutu dan pelaksanaan penugasan dapat semakin efektif dan berkualitas.

Artikel by Divisi Media Publikasi IAPI