Kementerian Keuangan turut bereaksi menyikapi kasus gagal bayar produk saving plan yang dibesut PT Asuransi Jiwasraya. Saat ini, Kementerian Keuangan sedang memeriksa akuntan publik dari dua kantor akuntan publik (KAP) yang merupakan auditor eksternal Jiwasraya tahun 2015-2017.
Bhimantara Widyajala Plt Kepala Pusat Pembinaan Profesi Keuangan Kementerian Keuangan menjelaskan, saat ini pemeriksaan KAP eksternal Jiwasraya masih dalam penyusunan. "Kami masih menunggu laporan lengkap," ucap Bhima,  Kamis (3/1).
Menurut Bhima, ada tiga opsi sanksi yang bisa dijatuhkan Kementerian Keuangan kepada KAP auditor eksternal bila terbukti melakukan pelanggaran. Sanksi ringan mulai dari pembinaan dan rekomendasi perbaikan terhadap akuntan publik itu, salah satunya dengan pelatihan agar memahami standar audit yang ada.
Adapun sanksi menengah berupa pengendalian dan perbaikan kualitas mutu dari KAP. Sementara sanksi berat yang dapat dijatuhkan oleh Kementerian Keuangan berupa pembekuan kegiatan usaha KAP yang bersangkutan, antara satu tahun hingga dua tahun.
Tiga opsi sanksi tersebut dengan pertimbangan apakah pemeriksanaan KAP sudah benar dan memiliki bukti audit. Dua KAP telah bertemu Dewan Pengurus IAPI untuk menyampaikan beberapa hal. Salah satunya terkait pemeriksaan oleh Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) terkait proses finalisasi laporan. "IAPI belum mendapat kabar pemeriksaan sudah selesai atau belum," tutur Ketua IAPI, Tarkosunaryo.
Sekadar mengingatkan, pada tahun 2017, KAP memberikan peringatan soal Jiwasraya melalui opini audit dengan modifikasi. Sebagian auditor menyebut opini ini dengan julukan little adverseyang menunjukkan ketidakwajaran dalam item tertentu. Merujuk Laporan Keuangan Jiwasraya, KAP yang mengaudit adalah mitra PricewaterhouseCoopers. Saat dikonfirmasi, Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko tidak berkomentar banyak. “Soal KAP tersebut, Saya tidak tahu,” kata Hexana.
.Hexana lantas menegaskan, dirinya baru mengisi jabatan strategi di Jiwasraya pertengahan tahun 2018 dan kemudian menjabat orang nomor satu di perusahaan tersebut pada awal November 2018 lalu.
  Sumber