Jakarta, 21 Desember 2018 Merespon maraknya pemberitaan di media massa sehubungan dengan kasus di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang dikaitkan dengan Kantor Akuntan Publik (KAP), Dewan Pengurus telah mengundang dan bertemu dengan Akuntan Publik (AP) dari dua KAP selaku auditor eksternal untuk tahun buku 2016 dan 2017, serta 2015.

Beberapa hal yang dijelaskan oleh para AP yang melakukan audit tersebut sebagai berikut:
  1. Bahwa para AP telah melakukan audit laporan keuangan untuk tahun buku 2016 dan 2017, serta 2015. Laporan Auditor Independen (LAI) telah diterbitkan oleh para AP tersebut untuk tahun-tahun tersebut sesuai dengan bukti-bukti audit yang diperoleh.
  2. Laporan Keuangan dan LAI tahun buku 2016 dan beberapa tahun sebelumnya telah dipublikasikan dalam website perusahaan tersebut dalam format annual report lengkap yang dapat didownload publik.
  3. Untuk tahun 2017 AP  hanya menerbitkan LAI satu kali, tidak ada penerbitan kembali laporan audit. Berdasarkan penelusuran di website perusahaan tersebut, laporan keuangan lengkap dalam format annual report untuk tahun 2017 tidak dipublikasikan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
  4. Bahwa perusahaan juga memiliki kewajiban penyampaian laporan berkala kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai media untuk pengawasan.

Selanjutnya dari penelusuran di media massa selama tahun 2018 telah terjadi 4 orang yang menjabat direktur utama secara bergantian, serta perusahaan menurut pemberitaan mengalami kesulitan likuiditas untuk membayar klaim pelanggan atas kewajiban jatuh tempo karena perusahaan, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tidak ingin mengalami cut loss ketika melakukan pelepasan atas investasi yang turun nilainya akibat kondisi pasar.
Bahwa dapat disampaikan, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, laporan keuangan merupakan tanggung jawab direksi dan dewan komisaris perusahaan. Penjelasan Pasal 69 ayat 3 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas menyatakan bahwa Laporan keuangan yang dihasilkan harus mencerminkan keadaan yang sebenarnya dari aktiva, kewajiban, modal, dan hasil usaha dari Perseroan. Direksi dan Dewan Komisaris mempunyai tanggung jawab penuh akan kebenaran isi laporan keuangan Perseroan. Sedangkan tanggung jawab auditor terletak pada opini yang diterbitkan dalam laporan auditor independen yang disimpulkan berdasarkan pelaksanaan prosedur untuk mendapatkan bukti-bukti atas saldo-saldo penyajian angka-angka dan pengungkapan dalam laporan keuangan.
Demikian terima kasih.
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3822551/rini-rombak-jajaran-direksi-jiwasraya, http://www.imq21.com/news/read/471539/20180119/161858/Muhammad-Zamkhani-Ditunjuk-Plt-Dirut-Jiwasraya.html, http://infobanknews.com/asmawi-syam-ditunjuk-jadi-dirut-jiwasraya/, https://keuangan.kontan.co.id/news/menteri-bumn-copot-direktur-utama-asuransi-jiwasraya, https://fokus.kontan.co.id/news/mengupas-masalah-likuiditas-yang-menimpa-asuransi-jiwasraya