Padangsidimpuan. Raden Edi Winarto (49) dituntut hukuman penjara selama lima tahun dalam sidang lanjutan dakwaan akuntan publik palsu di Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan, Jalan Kapten Koima, Senin (25/9) sore.
Dalam nota tuntutan No Reg.Perkara : PDAM-45 Euh.2/psp/04/2017 yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Ali Asron Harahap SH MH disebutkan, Raden Edi Winarto terbukti menjalankan profesi akuntan publik dan bertindak seolah-olah akuntan publik.
Selama pemeriksaan di persidangan tidak diperoleh fakta-fakta yang dapat mengecualikan terdakwa Raden Edi Winarto dari hukuman, baik alasan pembenar maupun pemaaf dan oleh karena itu terdakwa harus dipersalahkan dan bertanggung jawab atas perbuatannya, kata JPU.
Selain itu, lanjutnya, perbuatan Raden Edi Winarto mengakibatkan dr Badjora jadi terpidana dengan tuduhan penggelapan dalam jabatan. Terdakwa Raden Edi Winarto juga tidak mengakui terus terang perbuatannya, imbuh JPU.
Karenanya, JPU menuntut majelis hakim PN Padangsidimpuan menyatakan Raden Edi Winarto terbukti bersalah melakukan tindak pidana, karena bukan akuntan publik namun menjalankan profesi akuntan publik dan bertindak seolah-olah sebagai akuntan publik. Perbuatan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 57 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik. Usai JPU membacakan nota tuntutannya, majelis hakim terdiri Anggreana ER Sormin SH (ketua), serta Aries Kata Ginting SH dan Cakra Tona Parhusip SH MH menunda sidang dan dilanjutkan pekan depan dengan agenda penyampaian pledoi terdakwa.
Sementara itu, kuasa hukum dr H Badjora Muda Siregar dari Kantor Hukum BIG & Patner Medan, Baginda Umar Lubis SH MH dan Ghazali Marbun SH MH, mengapresiasi tuntutan hukuman lima tahun penjara yang diajukan JPU terhadap Raden Edi Winarto.

Bagikan :