Pada Hari Senin 15 Mei 2017  lalu, Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) bersama Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia menyelenggarakan Sosialisasi Profesi Akuntan Publik di Indonesia. Acara ini dihadiri oleh alumni dan undangan yang berada di sekitar Makassar, baik mahasiswa, dosen, serta Civitas Akademika lainnya. Acara ini diharapkan dapat menambah pengetahuan serta pemahaman peserta, khususnya mengenai program CPA terbaru serta perkembangan Profesi Akuntan di Indonesia. Para peserta pun terlilhat antusias dengan topik yang dibawakan, hal itu terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan selama kegiatan berlangsung. Selain kegiatan seminar profesi akuntan, Peresmian dan Pembukaan CPA Test Center serta penandatanganan kerjasama (MoU) antara Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia dengan  Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) menjadi acara yang tak kalah penting hari itu. MoU yang menandakan terjalinnya hubungan kerjasama antara Universitas Muslim Indonesia khususnya Pascasarjana dengan IAPI ini, bertujuan untuk membuka peluang yang lebih antara institusi profesi Akutan Publik dengan Akademisi, sehingga terbangun kesinambungan antara dunia profesi dengan akademik. Dalam sambutan, Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA mengungkapkan, terbukanya mutual agreement Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) terdapat sejumlah profesi yang bisa bekerja antarnegara, salah satunya adalah Akuntan. Oleh karena itu, lulusan Akuntansi harus mampu bersaing secara internasional. Salah satu upayanya  yang sekarang dibangun Universitas Muslim Indonesia ini adalah menjalin kerjasama dengan IAPI dalam rangka pembukaan CPA Test Center dengan harapan dapat meningkatkan kompetensi serta menjembatani dunia akademik dengan profesi. Di samping itu, untuk mempersiapkan para insan akademik  saat ini memasuki  Masyarakat Ekonomi ASEAN. Beliau menambahkan tentang keprihatinannya dengan jumlah CPA negara Indonesia lebih sedikit dibandingkan negara ASEAN lain, seperti Singapura, Malaysia. Thailand punya 6000 CPA, sementara Indonesia hanya punya kurang 2000 CPA padahal wilayah dan jumlah penduduknya yang terbesar di ASEAN. Namun kebutuhan jasa akuntansi dan auditing memerlukan sejumlah besar akuntan publik bersertifikat (Certified Publik Accountant, CPA) dengan tingkat kompetensi yang tinggi. Bagikan :