Soal CPA of Indonesia exam disusun melalui proses yang panjang, komprehensif dan terintegrasi. Setiap proses melibatkan masukan para ahli di bidangnya agar soal yang disusun layak untuk diujikan dan sesuai dengan tujuan CPA of Indonesia Exam. Setiap soal disusun melalui sistim pengendalian mutu memadai yang diterapkan secara konsisten. Proses terdiri dari (i) disain materi, (ii) pengembangan soal ujian, (iii) pengujian soal ujian sebelum diujikan, dan (iv) penyusunan cetak biru paket soal.  Disain Materi Ujian Tahap pertama dalam penyusunan soal adalah pendefinisian materi apa yang akan diujikan. Materia yang akan diujikan dipilih dan disusun dengan memperhatikan dan mempertimbangkan tujuan utama sertifikasi, yaitu penjaminan (sertifikasi) oleh institusi yang kompeten, dalam hal ini adalah IAPI, atas individu yang dinyatakan berhak menyandang sebutan Certified Public Accountant of Indonesia (CPA) adalah seorang yang memiliki kompetensi minimum untuk memberikan jasa-jasa tertentu, dan mampu memberikan perlindungan, kepada publik. Dengan demikian jasa yang dapat diberikan seorang CPA, yaitu, minimal, dalam bidang assurance dan assurance (lihat gambar di bawah), sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang nomor 5 tahun 2011 serta ekspektasi pasar, haruslah berkualitas dan mengutamakan perlindungan publik. Tuntutan pasar dan undang-undang nomor 5/2011 terkait dengan pemberian jasa yang bisa diberikan seorang CPA mengharuskan seorang CPA menguasai bidang-bidang tertentu termasuk akuntansi, auditing, perpajakan, manajemen keuangan, hukum bisnis dan berbagai bidang lainnya sebagaimana digambarkan dalam diagram di bawah. Berdasarkan definisi bidang yang harus dikuasai, sub-tahapan berikutnya adalah melakukan melakukan pengelompokan bidang yang harus dikuasai menjadi 4 (empat) mata ujian. Silabus setiap mata ujian disusun secara rinci dengan mempertimbangkan bidang yang harus dikuasai oleh setiap individu peserta ujian dan tujuan sertifikasi. Dalam tahapan ini telah melibatkan berbagai ahli dan referensi dari berbagai pihak dan sumber termasuk:
  • benchmarking dengan International Federation of Accountants (IFAC);
  • benchmarking dengan asosiasi profesi akuntan publik negara lain;
  • praktisi senior dan ahli di bidangnya;
  • akademisi;
  • otoritas terkait dan relevan;
  • pengurus IAPI;
  • perkembangan keilmuan dan tuntutan pasar;
  • berbagai pihak yang relevan dan kompeten
Berdasarkan masukan yang diterima, Dewan Sertifikasi melakukan pendefinisan dan penyusunan apa yang akan diuji, pengelompokan mata ujian dan penyusunan silabus secara rinci. Silabus yang disusun dimintakan masukan dari berbagai pihak terutama calon pengguna jasa CPA, yaitu para praktisi dan otoritas terkait dan relevan. Mata ujian yang akan diujikan serta silabus yang telah disetujui oleh Dewan Sertifikasi dimintakan pengesahan oleh Pengurus IAPI sebelum dipublikasikan dan diberlakukan. Silabus selalu diperbaiki secara periodik dengan menerapkan pengendalian mutu yang memadai dan proses yang konsisten dengan penyusunan. Perubahan silabus akan dan selalu dipublikasikan di website IAPI/ cpa of Indonesia dan setiap (calon) peserta ujian diwajibkan untuk memastikan dirinya memperoleh silabus terkini dengan meninjau website secara regular.   Pengembangan Soal Ujian Setiap soal disusun dengan mengacu pada silabus ujian, dan sangat mungkin memiliki tingkat kesulitan yang berbeda untuk subyek yang sama. Soal disusun oleh tim yang kompeten di bidangnya dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak yang terdiri dari praktisi berpengalaman, akademisi, dan otoritas terkait dan seluruhnya memiliki reputasi tinggi. Soal yang telah disusun dan diajukan direview ulang oleh tim independen untuk memastikan kesesuaian dengan subyek yang dimaksud dalam silabus, dan akurat. Review soal juga mencakup editorial bahasa, keakuratan perhitungan matematis, penghilangan ambiguitas, kelayakan tingkat kesulitan, kesalahan penulisan dan kriteria lainnya. Dalam proses ini tim independen mungkin menerima, merevisi atau menolak soal yang diajukan oleh tim penyusun. Setiap soal yang lolos review tim independen akan disajikan ke Dewan Sertifikasi untuk direview ulang dengan menggunakan parameter dan kriteria yang sama yaitu kesesuaian dengan silabus, editorial bahasa, keakuratan perhitungan matematis, penghilangan ambiguitas, kelayakan tingkat kesulitan, kesalahan penulisan dan kriteria lainnya. Dalam proses ini Dewan Sertifikasi mungkin menerima, merevisi atau menolak soal yang telah direview oleh tim independen. Setiap soal yang telah disetujui Dewan Sertifikasi akan disimpan dalam bank soal setelah melalui proses pengkodingan. Pengujian Soal Ujian Sebelum Diujikan Pengujian soal yang telah disetujui Dewan Sertifikasi akan diujikan terlebih dahulu ke peserta ujian. Hasil jawaban soal yang masuk ke dalam kategori ini tidak dinilai dan tidak menjadi bagian dari hasil ujian peserta. Dalam tahap ini, seluruh soal ujian yang masuk ke dalam kategori ini akan dianalisis dengan menggunakan data statistik hasil jawaban peserta ujian. Data statistik yang danalisis termasuk (i) tingkat kesulitan, dan (ii) keakuratan dan distribusi jawaban peserta ujian. Hasil pra-pengujian akan digunakan untuk perbaikan penyusunan soal atau diujikan di periode ujian berikutnya. Penyusunan Cetak Biru (Blueprint) Soal Ujian Untuk memastikan setiap peserta ujian menerima paket soal ujian yang seimbang dan sebanding dengan peserta lainnya, maka paket soal disusun berdasarkan blueprint paket soal yang sama.  Blueprint disusun dengan mengacu pada silabus dan keseimbangan materi dengan memperhatikan tujuan utama sertifikasi. Soal yang diterima oleh setiap peserta diambil dari bank soal dan diambil secara acak oleh program komputer berdasarkan blueprint paket soal. Paket soal yang berbeda akan dikirimkan ke peserta ujian yang berbeda oleh server ketika peserta ujian log-in di test center. Dengan demikian, tidak satu orangpun yang tahu paket soal yang akan diterima peserta ujian sampai dengan peserta memulai ujian. Masukan Peserta Ujian Peserta ujian memiliki kesempatan untuk memberikan masukan soal yang diujikan. Masukan akan dianalisis oleh para pakar untuk digunakan sebagai evaluasi proses dan penilaian ujian.