Praktik di lapangan seringkali Akuntan Publik menerbitkan laporan auditor independen yang menyertai suatu laporan keuangan entitas dalam suatu buku laporan dengan menggunakan sampul yang memuat identitas Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik sehingga menimbulkan persepsi pengguna laporan bahwa keseluruhan dokumen laporan tersebut, termasuk laporan keuangan, merupakan milik dan diterbitkan oleh Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik.
Keadaan tersebut dapat meningkatkan risiko terhadap Akuntan Publik yang memberikan opini auditor independen atas laporan keuangan. Meskipun dalam laporan auditor independen dinyatakan tegas bahwa laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen entitas, dan tanggung jawab auditor terletak pada pelaksanaan audit berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia dan opini yang diterbitkan, namun persepsi pengguna laporan tersebut tetap melekat mengingat keseluruhan dokumen tersebut diterbitkan dalam suatu berkas dokumen dengan sampul dari Kantor Akuntan Publik.
Tanya-Jawab (“TJ”) 06 ini diterbitkan oleh Komite Asistensi dan Implementasi Standar Profesi (“KAISP”) IAPI untuk membahas bagaimana Akuntan Publik seharusnya mencantumkan identitas AP dan KAP pada laporan keuangan klien.
TJ ini tidak mengubah atau mengganti SA dan SPM, serta teks-teks otoritatif yang diterbitkan oleh DSPAP IAPI dan regulasi lainnya.1 TJ ini bukan
dimaksudkan sebagai pengganti SA dan SPM maupun sebagai referensi lengkap. Pengguna TJ ini diharapkan mengacu secara langsung kepada SA dan SPM.